Sering kita mendengar bahkan mungkin pernah mengalami keausan ban mobil kita yang tidak merata atau dapat kita bilang tidak wajar. Keausan ban yang tidak wajar biasanya disebabkan karena kelalaian kita dalam merawat kendaraan kita, baik hanya tekanan angin yang tidak tepat atau kondisi kaki-kaki yang tidak baik.
Berikut beberapa contoh keausan ban yang tidak merata dan sebab-sebabnya :
Mari kita liat satu persatu gambar di atas, gambar pertama (kiri atas) merupakan contoh ban yang masih bagus dengan contoh gambar keausannya. Sebagai pembeda bagian yang masih bagus dengan bagian yang aus duluan...
- Overinflation (gambar tengah atas) adalah kondisi dimana tekanan angin pada ban melebihi batas yang ditentukan. Hal ini berbahaya karena kemampuan dan elastisitas ban berada di atas batas maksimalnya dan dapat mengakibatkan ban dapat meletus sewaktu-waktu. Tanda/gejala Overinflation : Ban aus lebih cepat pada bagian tengah, guncangan dari permukaan jalan yg tidak rata lebih terasa sampai ke kabin (bahkan kerikil kecil pun cukup terasa saat terlindas oleh ban), suara gemuruh dari ban lebih terdengar, setir terasa ringan, tenaga kendaraan terasa lebih besar.
- Underinflation (gambar kanan atas), adalah kondisi dimana tekanan angin pada ban kurang dari batas minimal yang ditentukan. Hal ini sama bahayanya dengan overinflation, karena kondisi ini membuat dinding ban bekerja keras menopang beban kendaraan, dan gesekan antara bibir velg dengan bibir ban menyebabkan temperatur ban menjadi sangat panas dan dapat mengakibatkan ban pecah/meledak. Tanda/gejala Underinflation : Ban lebiah aus pada bagian luar dibandingkan bagian tengah, ayunan/bantingan kendaraan terasa lebih lembut, steer terasa lebih berat diputar, akselerasi/tenaga kendaraan serasa berat, steer terasa narik ke satu arah kiri/kanan (jika salah satu ban depan kurang tekanan anginnya).
- Chamber wear (gambar bawah kiri), adalah kondisi dimana ban aus karena dipakai dalam kondisi chamber negatif atau positif diluar batas toleransi dari kendaraan. Hal ini membuat ban lebih cepat aus pada bagian luar jika chamber positif dan sebaliknya. Pada beberapa mobil, sudut chamber depan dan belakang dapat distel agar diperoleh kondisi yang diinginkan. Tanda/gejala yang dirasakan jika kendaraan chamber negatif adalah steer terasa lebih nurut, sedangkan jika chamber positif maka steer akan cenderung lebih liar.
- Feathered wear (gambar bawah tengah), adalah kondisi dimana ban aus karena setelan toe yang tidak tepat. Toe in jika ban depan kiri dan kanan mengarah ke dalam, dan sebaliknya Toe out adalah jika ban depan kiri dan kanan mengarah ke luar. Untuk koreksinya biasa dilakukan dengan istilah spooring, yaitu menyamakan arah ban depan. Spooring juga wajib kita lakukan jika steer terasa narik ke salah satu arah, steer tidak centre karena habis kena lubang dan juga jika kita telah membongkar tierod/longtierod.
- Spotty/Chopped wear (gambar kanan bawah), yaitu apabila keausan ban terjadi di titik-titik tertentu. Hal ini biasa disebabkan karena kondisi peredam kejut yang sudah tidak bagus atau beban ban+velg yang tidak merata, sehingga putaran roda pada poros tidak seimbang. Untuk mencegahnya kita dapat melakukan balancing setiap penggantian ban/ban dalam, penambalan ban dan setiap kita melakukan spooring.
Demikian uraian tentang kerusakan ban yang sering terjadi, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

No comments:
Post a Comment