Wednesday, October 1, 2014

Membuat aki panjang umur dengan merubah kebiasaan

Tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini sedang gencar2nya produsen mobil berbagai merk berlomba2 untuk menjual produk terbaru mereka yang semakin merakyat, yaitu mobil yang murah, irit dan mudah perawatannya.

Namun kelebihan2 di atas tetap harus ditunjang dengan pengetahuan kita supaya mobil kita tetap irit, mudah dan murah biaya perawatannya.

Kali ini saya akan membagi tips merawat aki agar dapat mencapai umur yang lebih maksimal dengan hanya merubah atau menambah kebiasaan kita memakai mobil. Agar tidak bertele2 lagi, monggo silahkan dibaca satu per satu siapa tau ada kebiasaan yang mudah dan dapat dilakukan :

  1. Biasakan untuk selalu memeriksa ketinggian air aki paling tidak sebulan sekali jangan sampai kurang dari batas terendah atau melebihi batas atasnya. Pemeriksaan dilanjutkan dengan membuka setiap tutup aki dan memastikan lubang kecil penguapan di setiap tutup akinya tidak tersumbat, jika tersumbat dapat menggunakan jarum atau peniti untuk membersihkannya. Air aki yang berada di bawah batas terendah akan membuat cell aki rusak karena tidak terendam cairan elektrolit, dan jika air aki di atas batas tertinggi maka aki akan menjadi lbh mudah panas dan air aki banyak menguap sehingga dapat merusak komponen di sekitar aki.
  2. Periksa terminal aki, pastikan terminal aki bersih dari korosi dan pastikan baut, mur dan kabel2 terpasang kuat. Terminal yang kendur dapat membuat pengisian aki tidak maksimal yang membuat aki menjadi tekor.
  3. Biasakan untuk tidak menghidupkan peralatan yang menggunakan arus aki jika mesin mobil belum hidup. Misalnya sistem audio, power window, lampu2, dll.
  4. Hal tersebut juga berlaku setiap akan mematikan mesin pastikan semua peralatan tadi sudah dimatikan.
  5. Biasakan jika mobil tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama, lebih baik aki dilepas, atau dapat juga rutin dihidupkan setiap 2 hari sekali selama 10-20 menit. Karena walau mobil dalam keadaan mati, masih ada peralatan yang mengkonsumsi arus listrik walau kecil seperti jam dan alarm.
  6. Jika mesin sedang trouble, hindari menstarter terlalu lama, karena beban dinamo starter yang berat akan cepat membuat aki tekor. Lakukan starter paling lama 3-4 detik dan ulangi pada detik ke 10. Tujuannya adalah ag6ar aki memperoleh kesempatan untuk memulihkan cadangan listriknya kembali.
  7. Untuk sistem alarm yang terhubung dengan lampu kota/lampu kecil, pastikan setiap mematikan mesin bahwa tombol foglamp pada posisi off (karena walau posisi switch lampu kota off, tetapi saat alarm di aktifkan/nonaktifkan maka arus listrik akan di bypass ke lampu kota dan dapat menuju ke wiring foglamp jika posisi switch on). Dapat dibayangkan beban foglamp biasa 55w, dikali 2 dan bahkan pada alarm kebanyakan menyala sesuai waktu pintu mobil dibuka.
  8. Ganti lampu2 sein, lampu kota, lampu rem, lampu kabin menggunakan lampu led. Supaya daya yang dipakai tidak terlalu besar.


Demikian semoga bermanfaat dan dapat menjadi panduan yang benar bagi kita semua. Aamiin.

Membuat Cover Header Knalpot Kinclong

Saat sekarang ini sudah banyak sekali jenis-jenis bahan dan peralatan yg ditujukan untuk perawatan kendaraan. 

Banyak dari kita yang karena sayangnya dengan kendaraan kita membeli bahan-bahan tadi untuk perawatan kendaraan tersayang. "Namun tidak dapat kita pungkiri bahwa banyak dari kita masih enggan atau masih takut untuk membuka dan membersihkan ruang mesin".

Kali ini saya akan membagi satu tips untuk mempercantik ruang mesin mobil yaitu memoles bagian cover header yang biasanya terbuat dari aluminium. Karena umur kendaraan dan juga jarangnya perhatian kita pada bagian ini sering membuat bagian ini menjadi kusam, tertempel bercak-bercak kotoran/oli/air yg menempel dan kering karena terpanggang panasnya header knalpot.

Untuk membuat cover header knalpot kita menjadi kembali bersih & mengkilap seperti baru bahan yg perlu disiapkan hanya kain lap bekas dan autosol (kebetulan saya punya ukuran 50gr seharga 19rb di Hypermart).

Berikut langkah2 pengerjaannya :
@saya mengerjakan pada Honda Accord Maestro th 91, untuk mobil lain proses dan langkah2nya sama.

  1. Langkah pertama adalah melepas cover header, tujuannya adalah supaya proses pemolesan dapat maksimal menjangkau seluruh bagian dan menghindari tangan kita terluka karena terkena bagian2 disekitar header. Hati2 saat membuka baut header, karena biasanya baut/mur berkarat dan mudah patah/slek karena sering terkena panas header. Buka mur/baut secara perlahan sedikit2 dan dengan arah dibolak balik agar baut/mur tidak patah/slek.
  2. Cuci dan keringkan header dengan air dan sabun colek atau sabun pencuci piring.
  3. Setelah kering proses pemolesan header dapat dilakukan dengan memberi autosol sedikit2 secara merata pada satu sisi/bagian yang akan dipoles.
  4. Gosok menggunakan kain dengan cara digulung dan ditekan menggunakan jempol dengan arah gerakan ke depan dan ke belakang. Sampai tahap ini bagian yang sudah digosok telah mengkilap. Ulangi jika dianggap perlu atau masih ada kotoran/goresan halus, kemudian dilanjutkan ke bagian lain hingga dihasilkan kilap yg merata.
  5. Setelah selesai dipoles, kembali dicuci dengan air dan sabun kemudian  di lap dan keringkan dengan kain bersih.

  6. Langkah terakhir adalah pasang kembali cover header. (Jangan lupa beri vaselin/gemuk supaya dilain waktu kita akan melepas lebih mudah dan baut/mur nya tidak mudah rusak.


Demikian share tips membersihkan dan memoles cover header knalpot, semoga bermanfaat buat kita dalam merawat mobil kesayangan kita.

*)Hal yang sama dapat dilakukan untuk semua parts yang berbahan aluminium (tanpa lapisan vernis) seperti : water inlet, rumah dinamo cas, cover silinder cop, dll.

Tuesday, September 30, 2014

MENGENAL DAN MENCEGAH KEAUSAN BAN

Sering kita mendengar bahkan mungkin pernah mengalami keausan ban mobil kita yang tidak merata atau dapat kita bilang tidak wajar. Keausan ban yang tidak wajar biasanya disebabkan karena kelalaian kita dalam merawat kendaraan kita, baik hanya tekanan angin yang tidak tepat atau kondisi kaki-kaki yang tidak baik.


Berikut beberapa contoh keausan ban yang tidak merata dan sebab-sebabnya :
Mari kita liat satu persatu gambar di atas, gambar pertama (kiri atas) merupakan contoh ban yang masih bagus dengan contoh gambar keausannya. Sebagai pembeda bagian yang masih bagus dengan bagian yang aus duluan...


  1. Overinflation (gambar tengah atas) adalah kondisi dimana tekanan angin pada ban melebihi batas yang ditentukan. Hal ini berbahaya karena kemampuan dan elastisitas ban berada di atas batas maksimalnya dan dapat mengakibatkan ban dapat meletus sewaktu-waktu. Tanda/gejala Overinflation : Ban aus lebih cepat pada bagian tengah, guncangan dari permukaan jalan yg tidak rata lebih terasa sampai ke kabin (bahkan kerikil kecil pun cukup terasa saat terlindas oleh ban), suara gemuruh dari ban lebih terdengar, setir terasa  ringan, tenaga kendaraan terasa lebih besar.
  2. Underinflation (gambar kanan atas), adalah kondisi dimana tekanan angin pada ban kurang dari batas minimal yang ditentukan. Hal ini sama bahayanya dengan overinflation, karena kondisi ini membuat dinding ban bekerja keras menopang beban kendaraan, dan gesekan antara bibir velg dengan bibir ban menyebabkan temperatur ban menjadi sangat panas dan dapat mengakibatkan ban pecah/meledak. Tanda/gejala Underinflation : Ban lebiah aus pada bagian luar dibandingkan bagian tengah, ayunan/bantingan kendaraan terasa lebih lembut, steer terasa lebih berat diputar, akselerasi/tenaga kendaraan serasa berat, steer terasa narik ke satu arah kiri/kanan (jika salah satu ban depan kurang tekanan anginnya).
  3. Chamber wear (gambar bawah kiri), adalah kondisi dimana ban aus karena dipakai dalam kondisi chamber negatif atau positif diluar batas toleransi dari kendaraan. Hal ini membuat ban lebih cepat aus pada bagian luar jika chamber positif dan sebaliknya. Pada beberapa mobil, sudut chamber depan dan belakang dapat distel agar diperoleh kondisi yang diinginkan. Tanda/gejala yang dirasakan jika kendaraan chamber negatif adalah steer terasa lebih nurut, sedangkan jika chamber positif maka steer akan cenderung lebih liar.
  4. Feathered wear (gambar bawah tengah), adalah kondisi dimana ban aus karena setelan toe yang tidak tepat. Toe in jika ban depan kiri dan kanan mengarah ke dalam, dan sebaliknya Toe out adalah jika ban depan kiri dan kanan mengarah ke luar. Untuk koreksinya biasa dilakukan dengan istilah spooring, yaitu menyamakan arah ban depan. Spooring juga wajib kita lakukan jika steer terasa narik ke salah satu arah, steer tidak centre karena habis kena lubang dan juga jika kita telah membongkar tierod/longtierod.
  5. Spotty/Chopped wear (gambar kanan bawah), yaitu apabila keausan ban terjadi di titik-titik tertentu. Hal ini biasa disebabkan karena kondisi peredam kejut yang sudah tidak bagus atau beban ban+velg yang tidak merata, sehingga putaran roda pada poros tidak seimbang. Untuk mencegahnya kita dapat melakukan balancing setiap penggantian ban/ban dalam, penambalan ban dan setiap kita melakukan spooring.
Demikian uraian tentang kerusakan ban yang sering terjadi, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.